Suatu Tempat

Aku mengiginkan saat-saat itu. Aku membayangkan ada di saat itu.

Saat ketika garis pantai menghampar bersama lautan yang memudar senja.

Di bawah sana, membatasi kota kecil yang dipadati pemukiman penduduk di dataran rendah itu.
Ketika angin dingin November menyapu es yang serupa kesendirian.
Aku masih berdiri di situ.
Memandang garis pantai senja yang keindahannya menyesakkan tenggorokan.

Bukankah itu adalah dunia yang kuinginkan berada di dalamnya?
Tempat yang bisa kubanggakan.

Bumi yang keindahannya hanya mataku yang bisa melihatnya.

Angin dingin terus meniup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s