Senja

 

Malam itu kelabu membayangi sisi-sisi jalan yang bergerak satu-satu

Seperti aluran film yang terputar

Pelan-pelan membawa

Kenangan-kenangan yang tak lagi bermakna

Apa yang telah terjadi?

Kapan?

Adakah hal terjadi antara kamu dan aku

Yang sungguh-sungguh ada artinya?

 

Bahkan namamu sudah kehilangan keagungannya

Tahukah kamu,

Aku tak lagi melihat wajahmu di langit senja

Apa kabar?

Apa kau baik-baik saja?

Hatiku tidak lagi berkeinginan menanyakan itu

Aku telah belajar menunggu orang lain

 

Hilanglah tahun-tahun itu

Tidak lagi kuharapkan masa itu kembali

Aku tidak menyesali

Dan apa artinya senyummu

Aku sudah tidak mengerti

Aku tidak lagi menerimamu

Kamu tidak ada

 

Bangkalan, 21 Agustus 2012

 

Advertisements

Gratitude

“Berbahagialah”

(Ayah, 6 Agustus 2012)

-dalam kartu yang dipilih, ditulis, dan dikirimkan beliau untukku-