Yang Terlintas di Pikiranku

Baru kali ini ada seseorang yang tak bisa kudeskripsikan.

Berawal dari percakapan dengan seorang teman yang tiba-tiba saja membicarakan seseorang yang kutahu dari tempat kuliahku.

“Kau mengenalnya, kan? A Russian-Korean guy we met last time?”

Aku menyebutkan namanya,

Yeah, that guy. What do you think about him?”

Well, he’s, he’s….“, lalu aku tak bisa melanjutkan. Bukan karena aku tak begitu mengenalnya. Kami mengambil dua kelas yang sama semester ini, kami sama-sama anggota klub debat, kami tinggal di asrama yang sama, menerima beasiswa yang sama, dan ada di semester yang sama. Kami ada di kelompok belajar yang sama dan seringkali mengobrol. Tapi aku kehilangan kata-kata ketika pertanyaan itu muncul. Orang seperti apa dia ini? Aku tidak bisa menjawabnya.

Oke. Supaya pembaca tidak bingung, aku harus menjelaskan ini. Aku biasanya menilai seseorang dan mengasosiasikan orang itu dengan hal-hal atau sifat-sifat tertentu. Ketika aku berpikir tentang sahabat masa kecilku, aku akan langsung mendeskripsikannya sebagai seseorang yang setia, sedikit rendah diri, royal, senang belanja, hangat dan penyayang. Ketika aku ditanya tentang Icha, aku akan mendeskripsikannya dengan kata-kata supel, bersahabat, punya banyak teman, jago menyanyi.

Lalu Horeb: pintar, jago komputer, know how to earn money, fashion holic, setia kawan.

Za: keras kepala, harus selalu mendapatkan yang ia inginkan, penyayang, setia, very very smart.

Inal: supel, punya prasangka baik, warm-hearted.

Ha: pretty! ^^, baik hati, tidak sombong, pintar, rajin, great roomate (she really is an angel).

Husnul: suka Jepang, lambat, very lovely, very very loyal!!!

Mama: Lembut, super-loyal, pendiam, jago masak, my everything.

Ayah: Warm-hearted, Islamic-minded, dermawan, pengajar, an all around good person, super loyal, he is the one I want to be.

Nana (that’s me!!): bold, keras kepala, kekanak-kanakan, harus selalu mendapatkan yang dia inginkan, gampang marah, perfeksionis (who can stand a person like this, seriously?!).

Aku juga bisa mendeskripsikan musuhku, atau orang-orang yang tak kusukai.

Well, my point is, I see people. Ketika bertemu dengan seseorang, aku tahu orang seperti apa orang itu. Dari cara mereka bicara, cara mereka makan, bahkan dari cara mereka diam dan memperhatikan ketika orang lain bicara. I just know. Makanya jarang sekali aku akan menyukai orang yang tidak kusukai dari awal.

Those defined my enemies since the beginning will remain my enemies. Friendships, however, are more complicated than that. Friendships defined by getting along well, fighting, getting along great, fighting again, getting along again. Other lovely relationships are as complicated.

Intinya, ketika seseorang terlintas di pikiranku, akan ada sifat-sifat orang itu yang bisa kubayangkan dan kuasosiasikan dengannya.

Tapi aku tidak bisa mendeskripsikan si Russian-Korean guy itu.

As if what he has shown me was a fake.

as if it was a mask.

Aku tidak mengerti orang itu.

Orang seperti apa ia sebenarnya, aku sama sekali tidak tahu, tidak mengerti, dan tidak ingin mengerti.

Hhhhh, just a ramble in my last exam night!

Have you ever met an ‘undefined-person’?

Advertisements

One thought on “Yang Terlintas di Pikiranku

  1. weits…ada nama gw ;p
    hehe.. pernah nggak ya na.. mungkin case-nya beda sama lo. I can’t define because I do not know him/her well.
    So, is he a good friend for you?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s