Aku yang Baru

IMG_8107

Semoga semua amal ibadah kita selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Amiin.

Selamat Idul Fitri. Selamat kembali kepada fitrah, kesucian.

kita yang suci. Semoga.

Entah.

Aku sama sekali tidak tahu, tidak bisa mengakui atau menyangkal, apa aku termasuk salah seorang pemenang di hari kembali kepada kesucian. Hanya Allah yang tahu.

Tapi aku merasa lega.

untuk banyak hal.

Aku merasa jauh lebih tenang dari kapanpun.

aku menemukan momenku di malam Ramadhan. Menangis haru, tumpah ruah karena merasakan sesuatu dalam diriku. Merasakan kebesaran Allah SWT. Merasakan bagaimana kekuasaan Allah meliputi diriku dan seluruh alam. Aku hanya menangis. Menangis dengan sangat baik.

Alhamdulillah. Puji syukur ke hadirat Allah untuk segala hal kecil di setiap masa.

Alhamdulillah karena mengizinkan aku berbuka dan sahur bersama kedua orang tuaku di rumah pada hari terakhir Ramadhan. Alhamdulillah karena aku bisa rebah di tempat tidur besar dan nyamanku di kamarku yang lapang, di antara banyak hal yang kusayangi. Alhamdulillah karena aku bisa bertakbir di malam Idul Fitri tahun ini bersama Ayah, Mama, dan kakakku. Karena aku bisa meluruhkan egoisme dan angkuhku malam itu untuk meminta tangan Ayah dan Mama, menyentuh dan menciumnya untuk meminta maaf atas segala perbuatan menyakitkan hati yang pernah kulakukan, bersama luruhan air mata yang tak mampu kutahan.

Alhamdulillah.

Karena telah mengizinkan aku melihat pemandangan paling indah di dunia. Melihat Ayah yang memeluk Mama dengan hangat, saling meminta maaf dan memaafkan, dan berlinang air mata. Masa antara Ayah dan Mama. Hal yang sangat jarang kusaksikan karena biasanya aku dan kakakku selalu ada di antara mereka dengan keberisikan dan kecomelan kami berdua.

IMG_8120

Aku merasa tenang dan bahagia mengetahui bahwa keluarga kakakku tinggal bersama Ayah dan Mama. Setidaknya membuat kekhawatiranku berkurang karena ada orang yang menjaga keduanya di rumah. Aku menikmati ceracau ramai keponakan-keponakanku di rumah yang kadang begitu manis tapi seringkali bandel.

Tahun ini,

setelah bertahun-tahun tidak bertemu dengan keluarga besar Mamaku di Ponorogo, aku memutuskan untuk ikut tahun ini. Agar Ayah dan Mama tidak berdua saja. Kurasa aku lebih bisa menjadi diriku lebih dari kapanpun di depan keluarga besar Mama tahun ini. I enjoyed my self so much. Aku tak lagi peduli dengan pertanyaan-pertanyaan menyudutkan yang datang dari beberapa anggota keluarga. I didn’t care that much anymore. Karena mereka harus belajar untuk berkaca dan memperbaiki diri mereka sendiri lebih dulu sebelum mengkritikku.

Sebelum kembali ke Depok, aku sempat menghadiri reuni teman-teman SMA angkatanku. Aku memang tak pernah suka masa SMA. Tapi kurasa aku bukan membeci individu-individunya. Aku tak menyukai momen-momennya. Aku bertemu dengan teman-teman lamaku dan sadar bahwa aku merindukan mereka setelah tidak bertemu selama lima tahun. Ada banyak hal yang berubah. Tapi aku tahu banyak hal pula akan tetap sama. Aku bahagia bertemu teman-temanku yang akan selalu berhati mulia. Ria, Novi, Mardiyani, Epi’, Anto’, Aisyah, Tanti. Mereka tetap hangat dan ramah, seperti dulu, I just realized.

IMG_8296

IMG_8308

I think I enjoyed my self much more than before, now. Aku semakin mencintai diriku. Kurasa aku semakin mensyukuri yang kudapat hari ini. Semakin mencintai orang-orang yang menyayangi aku. Berusaha memaklumi, meskipun tetap keras kepala dalam hal mendapatkan hal yang aku inginkan. Aku memutuskan untuk lebih ikhlas dalam hal cinta, tapi tidak menyerah. I am definitely more determined now. Insya Allah.

Aku tahu.

baru bukan berarti meninggalkan segala yang lama.

aku sangat tahu itu.

and in some ways, though,

aku bersyukur untuk itu.

Advertisements