<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ardhyana's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ardhyana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardhyana.wordpress.com</link>
	<description>"And say, 'O my Lord, make my entry a good entry and then make me come forth with a good forthcoming..."</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 10:39:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardhyana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ad608708d9ad4952c3306d42a2988a97?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ardhyana's Weblog</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardhyana.wordpress.com/osd.xml" title="Ardhyana&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardhyana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Institusionalisasi Indonesian Studies (Bagian 1)</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2012/01/28/institusionalisasi-indonesian-studies-bagian-1/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2012/01/28/institusionalisasi-indonesian-studies-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 05:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Studies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[“Don’t you want to know the truth?”  berkali-kali aku menanyakan itu pada diriku sendiri ketika pikiranku tengah sibuk berpikir apakah aku benar-benar ingin menjadi akademisi selama sisa waktu hidupku. Dan ujung dari pikiran ini adalah menghabiskan waktu lama di depan komputer, membaca websites, jurnal, berita berisi hal-hal yang ingin kuketahui kebenarannya. Dan entah kapan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1113&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/img_1632.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1118" title="IMG_1632" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/img_1632.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em>“Don’t you want to know the truth?” </em></p>
<p>berkali-kali aku menanyakan itu pada diriku sendiri ketika pikiranku tengah sibuk berpikir apakah aku benar-benar ingin menjadi akademisi selama sisa waktu hidupku. Dan ujung dari pikiran ini adalah menghabiskan waktu lama di depan komputer, membaca websites, jurnal, berita berisi hal-hal yang ingin kuketahui kebenarannya. Dan entah kapan dan bagaimana aku berakhir pada tulisan-tulisan tentang kajian ke-Indonesia-an, <em>Indonesian Studies.</em></p>
<p>Membaca tentang<em> Indonesian Studies</em>, meski singkat dan dangkal, ada semacam konsensus di antara kaum pemerhati Indonesian Studies, bahwa sangat sedikit orang Indonesia yang meneliti dan menulis tentang Indonesia dalam bahasa Inggris (Reid in Rakhmani, Blogspot, Available online, 14 November 2011). Anthony Reid (Tempo, 14-20 November 2011), seorang Indonesianis menyimpulkan bahwa</p>
<p><em>“Indonesia adalah negara yang paling tidak efektif menceritakan dirinya sendiri kepada dunia. Satu ironi yang perlu diubah,” mengingat bahwa “90 persen publikasi dalam jurnal akademis tentang Indonesia ditulis bukan oleh orang yang tinggal di Indonesia.”</em> (in Rakhmani, Blogspot, Available online, 14 November 2011).</p>
<p>Aku setuju dengan argumen ini. Hal yang paling jelas menunjukkan penyebaran tulisan-tulisan tentang Indonesia yang ditulis para peneliti asing adalah kewajiban mengambil mata kuliah Sejarah Indonesia bagi setiap mahasiwa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP UI) yang memakai buku wajib Sejarah Indonesia milik Merle Calvin Ricklefs yang bukanlah seorang Indonesia. Bahkan orang-orang yang mau mengambil program S3 di jurusan Sastra Jawa harus jauh-jauh pergi ke Belanda karena UI tidak menyediakan program itu. Investigasi kecil-kecilan tentang <em>Indonesian Studies b</em>erlanjut. Kutemukan bahwa tidak ada satupun universitas di Indonesis yang menawarkan Indonesian Studies bagi para pelajar asing yang ingin belajar tentang Indonesia. Negara kita tidak punya institusi kajian ke-Indonesia-an satupun yang mampu menjadi penyimpan dan penyusun database penelitian tentang Indonesia dalam bahasa Inggris tempat para pelajar asing bisa datang dan meneliti. Hal serupa terjadi di tempatku dilahirkan, Madura. Ada dua universitas publik di pulau Madura, dan tidak satupun yang menyediakan jurusan kajian ke-Madura-an, tidak dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.</p>
<p>Sebagai pembanding, di Korea Selatan, misalnya, universitas-universitas publik maupun privat menyediakan program <em>Korean Studies</em> dalam bahasa Inggris yang ditujukan bagi para pelajar asing yang ingin belajar tentang Korea. Universitas-universitas, seperti <em>Yonsei University,</em> mendirikan <em>Institute of Modern Korean Studies</em> yang dimotori para peneliti dan ahli Korean Studies yang adalah orang-orang Korea. Insitusi-institusi <em>Modern Korean Studies</em> dari berbagai universitas ini akan berkumpul sekali dalam beberapa tahun dalam <em>Korean Studies Forum (KSF) </em>di mana mereka mendiskusikan, menulis, dan menerbitkan trend-trend terbaru dalam kajian Modern Korean Studies dalam bahasa Inggris. Sejauh ini, KSF sudah menerbutkan empat jurnal yang awalnya diterbitkan berbentuk seperti <em>photocopy</em>-an di edisi pertama hingga tercetak dalam bentuk<em> hard cover</em> dalam edisi ke-empat. Ini dimotori murni oleh universitas, tempat harta ilmu pengetahuan mestinya terus dicari, disusun, dan disimpan.</p>
<p>Baiklah, sampai di sini, tidak apa-apa. <em>Toh</em>, tidak mudah mendirikan sebuah institusi kajian keilmuwan. Namun, hatiku hancur berkeping-keping (majas melebih-lebihkan)  ketika aku melihat buku “A Grammar of the Madurese Language” yang ditulis William D. Davies diterbitkan tahun 2010. Buku tersebut adalah hasil dari proyek lima tahun <em>University of Iowa </em>yang disusun dan diterbitkan karena tidak ada satupun publikasi dalam bahasa Inggris tentang <em>syntax </em>bahasa Madura. William Davis mendaulat bahwa,</p>
<p><em>“The grammar will fill a void in the relatively small literature on Madurese, the fourth most widely spoken language in the world&#8217;s fifth most populous nation, and will serve as a reference for linguists and anthropologists with various interests.” </em>(Davis, 2010).</p>
<p>Sebuah klaim yang memalukan bagi orang-orang Madura dan Indonesia yang selama ini ‘tidak mampu’ menulis dan menerbitkan satupun buku yang lengkap tentang bahasa yang mereka gunakan sendiri.</p>
<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/davies-a-grammar-of-madurese.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1115" title="Davies a Grammar of Madurese" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/davies-a-grammar-of-madurese.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a></p>
<p>Sedikit sekali orang-orang Indonesia yang mengkaji dan mempublikasikan penelitian tentang <em>Indonesian Studies</em>. Hal ini, diprediksi tidak akan berubah dalam waktu dekat (Rakhmani, Blogspot, Available online, 14 November 2011), meskipun Inaya Rakhmani gagal menyebutkan berapa lama hal ini akan terus berlangsung. Ini seperti mengatakan bahwa selama ini dan selama beberapa waktu atau bahkan mungkin dalam waktu lama ke depan, orang-orang yang bukan orang Indonesialah yang akan menulis dan menceritakan sejarah kita pada dunia. Ini mirip dengan apa yang terjadi pada Korea di bawah masa penjajahan Jepang, ketika Jepang menulis tentang<em> Choson Dynasty</em>, dinasti terakhir kerajaan Korea hingga Jepang secara resmi menjadikan Korea koloninya tahun 1910. Saat itu, orang-orang Jepanglah yang menulis tentang <em>Choson Dynasty</em> dalam bahasa Inggris. Mereka melihat Choson sebagai kerajaan statis yang gagal mendorong perubahan pada masyarakat Korea, terbelakang dan lambat mempraktikkan modernisasi dan kemajuan (JSTOR, Available online, 1995). Para sejarahwan Korea kemudian berusaha menulis ulang interpretasi sejarah <em>Choson Dynasty</em> (JSTOR, Available online, 1995).</p>
<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/the-annals-of-the-chosun-dynasty.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1114" title="The Annals of the Chosun Dynasty" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/the-annals-of-the-chosun-dynasty.png?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>The Annals of the Chosun Dynasty</p>
<p>Tentu kita juga harus ingat bahwa Choson menulis sejarahnya sendiri. Chosun menulis rekaman sejarah tahunan yang disebut <em>the Annals of the Choson Dynasty</em> atau Sillok (1413-1865) yang terdiri dari 1.893 volum, didaulat sebagai rekaman terpanjang yang memuat periode kontinyu suatu dinasti. Dalam Sillok, terdapat deskripsi detil tentang apa yang dilakukan raja, pertemuan-pertemuan resmi dengan para pejabat istana, hingga deskripsi luar biasa detil tentang pemakaman seorang putri yang meninggal dunia. Dari Sillok, orang-orang dan dunia dapat mengetahui bahwa raja keempat mereka, Raja Sejong (Lee Do) diangkat menjadi raja ketika usianya baru 21 tahun, hanya dua bulan setelah Raja Tejong, sang ayah, menjadikannya putra mahkota. Sejong memimpin dengan damai, memformulasikan dan menyebarluaskan aksara Korea <em>Hangeul</em> agar rakyatnya bisa membaca dan menulis, dan mendapat sebuatan ‘The Great’ setelah namanya, satu-satunya raja Choson yang mendapat sebutan ‘The Great’. Berapa banyak kerajaan di Indonesia yang menyimpan catatan sejarah yang detil tentang diri mereka sendiri?</p>
<p>Lalu mengapa sedikit sekali orang Indonesia yang menerbitkan tulisan tentang Indonesia dalam bahasa Inggris?</p>
<p>Endnotes</p>
<p>Davies, William D. 2010. A Grammar of The Madurese Language. Berlin: Mouton de Gruyter. Print.</p>
<p>Palais, James B. “A Search for Korean Uniqueness.” <em>Harvard Journal of Asiatic Studies</em> Vol. 55, No. 2, Dec. 1995. Web. http://www.jstor.org/pss/2719348.</p>
<p>Rakhmani, Inaya. On Why There Are Few Indonesians in Indonesian Studies. Nov. 14. 2011. ttp://inayarakhmani.blogspot.com/2011/11/on-why-there-are-few-indonesians-in.html.</p>
<p>Tempo, 14-20 November, 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1113&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2012/01/28/institusionalisasi-indonesian-studies-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/img_1632.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1632</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/davies-a-grammar-of-madurese.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">Davies a Grammar of Madurese</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/the-annals-of-the-chosun-dynasty.png" medium="image">
			<media:title type="html">The Annals of the Chosun Dynasty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Badai</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2012/01/06/badai/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2012/01/06/badai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 03:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[Karena menulis bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, bukan juga hal yang bisa ditekan, ketika keinginan untuk menulis terlalu kuat, seperti sekarang ini, I ended up, menunda sarapan dan aktivitas lain, writing. Menulis adalah bagian akhir dari babak cerita fiktif dalam sastra, dataran landai yang menurun setelah puncak gunung, gerimis setelah badai. Keinginan kuat untuk menulis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1106&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/img_1464.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1107" title="IMG_1464" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/img_1464.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Karena menulis bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, bukan juga hal yang bisa ditekan, ketika keinginan untuk menulis terlalu kuat, seperti sekarang ini, <em>I ended up</em>, menunda sarapan dan aktivitas lain, <em>writing</em>. Menulis adalah bagian akhir dari babak cerita fiktif dalam sastra, dataran landai yang menurun setelah puncak gunung, gerimis setelah badai. Keinginan kuat untuk menulis, setidaknya untukku, selalu datang ketika cerita hampir berakhir. Karena di situlah saat ketenangan sudah melindungi hati yang bergolak dan saat kisah hampir melengkapi pikiran. Saat yang mengizinkan aku untuk duduk dan berpikir.</p>
<p>Setiap orang melalui badainya masing-masing ketika waktunya tiba. Badaiku, selama beberapa minggu yang lalu, bernama kebodohan. Kukatakan dengan jujur ya, kawan, dan kau lihat dari tulisan-tulisanku sebelumnya, masih bulan lalu, aku sudah merasa puas dengan segala hal yang diberikan Tuhan padaku. Aku merasa aku yang sekarang sudah cukup baik. Merasa bahwa kisahku sudah selesai, dan merasa aku tidak punya penyesalan. Aku belajar menerima kenyataan bahwa manusia tidak mungkin tahu semua hal, makanya, makanya tanpa kusadari,</p>
<p>aku,</p>
<p>sedikit demi sedikit, berhenti belajar.</p>
<p>Aku akan membela diri. Ini bukan karena arogansi, merasa bahwa aku telah tahu banyak hal. Tapi karena aku merasa sudah tidak punya keinginan untuk mengenal hal-hal baru. Dan itu membuatku tidak tahu.</p>
<p>Ketidaktahuan berujung pada kebodohan.</p>
<p>Kupikir apa yang kuketahui tentang menulis skripsi selama ini sudah cukup untuk menulis tesis master. <em>I was wrong</em>. Kebiasaan mengerjakan segala sesuatu sendiri, kebiasaan untuk tidak bertanya pada orang lain, kebiasaan untuk memikirkan semuanya sendiri, membuatku tidak tahu. <em>And above all those</em>, kenapa selama ini aku tidak menyadari bahwa aku salah? Aku tidak tahu bahwa aku tidak tahu. Apalagi kata yang bisa mendeskripsikan hal itu selain &#8216;kebodohan&#8217;?</p>
<p>Aku terbatas.</p>
<p>Pengetahuanku terbatas.</p>
<p>Itu bodoh.</p>
<p>Dan yang lebih mengecewakan adalah kenyataan bahwa diriku bahkan tidak punya keinginan untuk menembus batas itu.</p>
<p><em>And I call my self &#8216;a scholar&#8217;?</em></p>
<p><em>Curiosity is an instinct a scholar should have. </em></p>
<p><em>I lost it. </em></p>
<p><em>And I was wrong. </em></p>
<p><em>The world is unforgivin</em>g. Tidak ada toleransi untuk ketidaktahuan. Kau ada di sini, kau memilih untuk melakukan sesuatu, kau harus tahu bagaimana melakukannya. Kalau kau tidak tahu, cari tahu cara agar kau bisa tahu. Saat-saat di mana aku ingin berhenti dan melarikan diri, aku masih ingat. Saat-saat aku tidak punya motivasi untuk menyelesaikan apa yang kumulai. Dan sungguh hanya Allah yang memberiku kekuatan untuk tetap ada di situ dan bertahan. <em>Well</em>, saat aku ada di situ, aku merasa aku tidak akan bisa bertahan. Betapa lemah dan kecilnya kita, ya. <em>I was so vulnerable that I could break. </em></p>
<p><em>All the hardships and pressures I felt my heart could not contain, now I see them as a blessing.</em></p>
<p>Cara Allah melindungi aku dari kebodohan.</p>
<p>&#8220;Jangan berhenti belajar&#8221; adalah kata yang jauh lebih sulit untuk dilakukan daripada kedengarannya. Dan terkadang perlu pengalaman traumatic untuk mendorong orang bodoh sepertiku untuk belajar lebih banyak lagi, mengambil keputusan untuk maju meski hanya selangkah saja. Dan apa artinya menjadi &#8216;<em>a scholar</em>&#8216; aku kembali memikirkannya. Kali ini, memikirkannya baik-baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1106&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2012/01/06/badai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2012/01/img_1464.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1464</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/12/05/sekali-lagi/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/12/05/sekali-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 17:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal-hal ya, yang akan kubaca berulang-ulang. Berpikir, dan kubaca lagi. Yang sampai berapa kalipun kubaca, tidak akan pernah cukup. Dan ada individu-individu, yang meskipun aku tidak terlalu mengenal mereka, ingin kutemui lagi di beberapa kesempatan di waktu hidupku. Seperti seorang ibu paruh baya yang duduk di sebelahku di penerbanganku ke Singapura dua tahun lalu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1100&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/12/img_1253.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1101" title="IMG_1253" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/12/img_1253.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Ada hal-hal ya, yang akan kubaca berulang-ulang.</p>
<p>Berpikir, dan kubaca lagi.</p>
<p>Yang sampai berapa kalipun kubaca, tidak akan pernah cukup.</p>
<p>Dan ada individu-individu, yang meskipun aku tidak terlalu mengenal mereka, ingin kutemui lagi di beberapa kesempatan di waktu hidupku.</p>
<p>Seperti seorang ibu paruh baya yang duduk di sebelahku di penerbanganku ke Singapura dua tahun lalu, misalnya. Kurasa dia mengatakan sesuatu tentang makanan padaku, ah tidak, aku yang pertama kali menanyakan akan ke mana si ibu itu. Ah, aku bahkan tidak ingat bagaimana percakapan di antara kami dimulai. Kurasa ibu itu bertanya hendak ke mana aku. Paris, begitu kataku. Dan cerita bahwa si ibu baru saja pulang dari Spanyol mengalir begitu saja. Dia menyebutkan nama beberapa tempat di Eropa yang ia sukai, Vienna, Bonn, Madrid&#8230;</p>
<p>&#8220;Kalau ibu mau ke mana?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Sydney.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa memilih terbang ke Singapura dulu?&#8221;</p>
<p>dan dia mengatakan, demi bisa terbang dengan airline yang kami tumpangi hari itu.</p>
<p>Supel dan terbuka. Begitu aku akan mendeskripsikan ibu itu. Dia bahkan sempat  bergurau dengan si pramugara pesawat, mengatakan,</p>
<p>&#8220;the fish is a bit fishy,&#8221;</p>
<p>&#8220;it&#8217;s a fish!&#8221; kata si pramugara.</p>
<p>dan tiba-tiba saja aku merasa kesulitan untuk menahan tawa.</p>
<p>Kami berpisah ketika pesawat itu mendarat di bandara Changi. Aku melihat ibu itu sekali lagi di toilet bandara, kami tersenyum kepada satu sama lain, kemudian aku berlalu.</p>
<p>Aku ingin bertemu ibu itu lagi di penerbanganku lain kali.</p>
<p>Cuma untuk mendengar ceritanya sekali lagi tentang Madrid,</p>
<p>atau Vienna.</p>
<p>Fakta bahwa ibu itu adalah seorang Chinese-Indonesian tidaklah penting.</p>
<p>Lalu ya,</p>
<p>aku ingin terus-menerus duduk cuma untuk mendengarkan salah seorang temanku di Yonsei berbicara. Ketika dia bicara, dia akan menjadi pusat perhatian, di manapun itu. Begitu dia bicara, waktu seolah berhenti, dan semua mata dan rasa ingin tahu, afeksi, akan tertarik ke arahnya. Dia masuk akal dengan argumennyat ketika bicara. Apa yang dia bicarakan tidaklah sepenting bagaimana ia bicara.</p>
<p>Biasanya aku lupa saat pertama kali aku berjumpa dengan seseorang. Sebagian besar karena aku tidak melihat orang itu, tidak peduli, tidak memperhatikan, atau aku tengah mengerjakan hal-hal lain saat itu. Tapi aku ingat saat pertama kali aku bertemu dengannya. <em>Did I shake his hand? I don&#8217;t remember. But it was in the library. </em>Di banyak waktu setelah itu, aku sering sekali bertemu dengannya di perpustakaan. Dan dia akan ada di situ. Membaca.</p>
<p>Sekali lagi,</p>
<p>aku ingin duduk dan mendengarkan ia bicara.</p>
<p>Lalu ada profesor Michael Kim. Profesor yang mengajar mata kuliah sejarah media massa di Korea. Aku mengambil kelas profesor Michael Kim hanya sekali di seluruh masa kuliahku di Yonsei GSIS. Kelas yang diajar beliau diadakan setiap hari Senin pagi pukul 9. Beliau tidak pernah datang terlambat ke kelas, selalu mengadakan kelas pengganti jika beliau tidak bisa hadir di kelas menurut jadwal. Marxisme, ideologi, teori kritis, hal-hal yang kukenal dengan baik itu, selalu mengalir lancar dari bibir sang Profesor jenius itu di setiap kelas hari Senin. Perfeksionis, sulit memuji, cerdas, dan sangat kritis. Dan di ruang kantornya yang tidak terlalu besar, ada rak-rak buku yang setinggi atap ruangan dengan ratusan buku tersusun rapat. Beliau akan duduk di tengah ruangan itu, terkubur oleh rak-rak itu. Begitulah yang kuingat tentang beliau.</p>
<p>Aku ingin sekali lagi, masuk ke kelas beliau dan mendengarkan beliau menyampaikan kuliah.</p>
<p>Dalam waktu kita yang sempit ini,</p>
<p>ada orang-orang yang seperti itu, ya.</p>
<p>Orang-orang yang tidak ada di samping kita tiap hari, tidak terlalu kita kenal, tapi sekali lagi,</p>
<p>ingin kita temui.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1100&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/12/05/sekali-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/12/img_1253.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1253</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>No More Once Every Blue Moon</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/10/13/no-more-once-every-blue-moon/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/10/13/no-more-once-every-blue-moon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 15:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Masa lalu selalu membuatku jatuh cinta. Memori indah yang kumiliki tergambar lebih indah daripada saat aku tengah melaluinya. Aku aneh. Dan aku selalu tahu itu. Tapi ada saat-saat yang ingin aku lupakan. Biasanya, aku tidak ingin melupakan hal-hal yang kualami, makanya aku rajin menulis di personal journal-ku. Untuk memastikan aku tidak melupakan saat-saat yang baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1090&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/10/img_8719.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1091" title="IMG_8719" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/10/img_8719.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Masa lalu selalu membuatku jatuh cinta.</p>
<p>Memori indah yang kumiliki tergambar lebih indah daripada saat aku tengah melaluinya. Aku aneh. Dan aku selalu tahu itu.</p>
<p>Tapi ada saat-saat yang ingin aku lupakan.</p>
<p>Biasanya, aku tidak ingin melupakan hal-hal yang kualami, makanya aku rajin menulis di <em>personal journal</em>-ku. Untuk memastikan aku tidak melupakan saat-saat yang baru saja kualami.</p>
<p>Tapi ada ya, saat-saat yang ingin kita lupakan. Saat-saat yang tidak pernah kita harapkan untuk kita lalui dan tidak ingin lagi kita tengok di masa lalu.</p>
<p>Ada saat yang begitu menyakitkan hingga membuat kita patah harapan dan merasa rapuh. Saat-saat yang membuat kita sakit sebelum kita tidur begitu juga ketika kita baru saja bangun dari tidur.</p>
<p>Dan tiada hari tanpa meneteskan air mata.</p>
<p>Rupanya saat-saat seperti itu datang juga, ya.</p>
<p>Pertama kali aku merasakan hal seperti itu.</p>
<p>Well, aku pernah merasa patah harapan yang menyakitkan sebelumnya sekali. Tapi yang itu datang secara tiba-tiba ketika stresku mencapai puncaknya. Itu, kurasa, saat aku tengah mengerjakan skripsiku.</p>
<p>Tapi hal menyakitkan yang baru saja kulalui beberapa hari yang lalu, itu baru pertama kali.</p>
<p>Tapi segala puji bagi Allah, Tuhanku.</p>
<p>Sungguhpun sakitnya hari-hari itu, aku bisa bercerita banyak pada Tuhan. Dan aku melakukan apapun dengan sungguh-sungguh. Dan tiba-tiba saja, aku ingin berbuat baik pada semua orang. Tidak ingin aku menyakiti orang lain. Dan Ayah, Mama, sahabat, teman-teman dekatku, demi Tuhan, adakah yang lebih baik dari kalian? Kenapa begitu baik padaku? Kenapa lagi-lagi membuatku terharu sampai meneteskan air mata?</p>
<p>Kali ini, aku memutuskan untuk percaya pada kata-kata Ayah. <em>That every thing is going to be alright</em>. Aku selalu percaya kata-kata Ayah.</p>
<p><em>Kembalikan 6 tahunku!</em></p>
<p><em>Kembalikan semua kata-kata semangat dariku!</em></p>
<p>Aku ingin sekali mengatakan itu.</p>
<p>Tapi akhirnya aku tak mampu mengatakan apa-apa.</p>
<p>Aku sudah tidak punya keinginan untuk menanyakan, meyakinkan, atau mengatakan apa-apa.</p>
<p>Dan dunia sungguh tidak lagi sama di mataku, kini.</p>
<p>Aku takut menghadapi apa yang ada di depan jalan yang tidak kelihatan ini.</p>
<p><em>But I&#8217;m excited</em>.</p>
<p><em>Because I know where it will end. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1090/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1090&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/10/13/no-more-once-every-blue-moon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/10/img_8719.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_8719</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Best Season of the Year</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/23/best-season-of-the-year/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/23/best-season-of-the-year/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 13:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Semestinya aku tahu bahwa seringkali apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Lebih buruk atau lebih baik, bisa dua-duanya, relatif, ya. Tapi yang jelas, tidaklah sama. Musim gugur misalnya, lebih indah dari yang pernah kubayangkan sebelumnya. Jauh lebih indah. Berjalan sendiri di jalan utama universitas yang di kanan kirinya ditumbuhi pepohonan yang mulai menguning di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1084&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semestinya aku tahu bahwa seringkali apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Lebih buruk atau lebih baik, bisa dua-duanya, relatif, ya. Tapi yang jelas, tidaklah sama.</p>
<p>Musim gugur misalnya, lebih indah dari yang pernah kubayangkan sebelumnya. Jauh lebih indah. Berjalan sendiri di jalan utama universitas yang di kanan kirinya ditumbuhi pepohonan yang mulai menguning di bawah udara seperti AC tapi lebih menyegarkan, setelah menghabiskan beberapa lama di perpustakaan yang sunyi dan mendamaikan, jauh lebih indah daripada yang selalu kubayangkan. Tumpukan buku di tangan, jaket, dan sepatu boot. Dan orang-orang yang berlalu-lalang. Indah.</p>
<p>Atau kembali ke Indonesia lagi setelah satu setengah tahun, Indonesia yang ini tidaklah seperti yang kubayangkan. Tidak pernah aku membayangkan aku akan bertemu orang-orang sekorup itu di negaraku sendiri, misalnya.</p>
<p>Tapi musim gugur yang kubayangkan itu, tidaklah sama tanpa kamu, ya.</p>
<p>Dunia yang kutinggali, tidaklah sama kalau kamu tidak ada di situ.</p>
<p>Sejak kapan pula ya aku merasa aku akan pergi ke manapun asalkan kamu bersamaku?</p>
<p>Hah, pikiran-pikiran seperti ini hanya muncul ketika musim gugur datang.</p>
<p>Musim untuk membaca, kata peribahasa Korea. Dan memang rasanya membaca ketika musim gugur<em> is way beyond my imagination</em>.</p>
<p>Sampaikah apa yang kumaksud?</p>
<p>Bagaimana kamu akan membacanya?</p>
<p>Pasti dengan elegan dan tenang, ya. Karena begitulah kamu.</p>
<p>Bukankah kamu adalah orang yang kuterima?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1084/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1084&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/23/best-season-of-the-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jujurlah Selagi Bisa</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/21/jujurlah-selagi-bisa/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/21/jujurlah-selagi-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 17:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1081</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagia aku hari ini. Karena aku tidak membiarkan kisahku berakhir dengan penyesalan. Aku sudah memutuskan untuk jujur. Aku ini, tidak bisa berpura-pura. I&#8217;m a bad actress. Meski sekuat apapun aku mencoba berpura-pura, aku tidak bisa menipu diriku. Aku menganggap pekerjaan berpura-pura adalah hal serius. Artinya penyangkalan terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1081&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/img_8591.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1082" title="IMG_8591" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/img_8591.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Alhamdulillah,</p>
<p>Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagia aku hari ini. Karena aku tidak membiarkan kisahku berakhir dengan penyesalan. Aku sudah memutuskan untuk jujur.</p>
<p>Aku ini, tidak bisa berpura-pura. <em>I&#8217;m a bad actress.</em> Meski sekuat apapun aku mencoba berpura-pura, aku tidak bisa menipu diriku. Aku menganggap pekerjaan berpura-pura adalah hal serius. Artinya penyangkalan terhadap apa yang sebenarnya kurasakan. Penyangkalan terhadap diri.</p>
<p>Aku menganggap semua hal serius. Aku menganggap tanggung jawabku serius, aku menganggap kuliahku serius, hubunganku dengan orang lain serius. <em>I take my heart seriously.</em> Tentu saja, apalagi tentang perasaanku sendiri.</p>
<p>Dan berkali-kali membohongi perasaanku, aku sudah tahu bagaimana rasanya. <em>And it just didn&#8217;t work.</em> Berkali-kali mencoba menghapus apa yang kurasakan dan kupikirkan tidak juga berhasil.</p>
<p><em>So, yes, this is the best thing that I could do. </em></p>
<p><em>I have done everything I could, and now I&#8217;ll let Allah decides.</em></p>
<p>Aku harap kamu mengerti.</p>
<p>Sekarang aku mau mengerjakan tesisku lagi. <em>I take my thesis seriously too, haha.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1081/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1081&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/21/jujurlah-selagi-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/img_8591.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_8591</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Pikiran</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/09/revolusi-pikiran/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/09/revolusi-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 16:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1073</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berapa lama ya, sejak terakhir kali aku mengatakan sesuatu padamu? Tentu saja, aku ingat. Untuk hal itu, aku ingat. Dan dorongan untuk menulis, sekarang begitu kuat, sehingga aku tidak sanggup menunggu hingga esok pagi. Berapa lama sudah aku kehilangan pagi? Dan tiba-tiba saja, aku ingin bicara denganmu. Ada banyak hal yang ingin sekali kukatakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1073&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/img_9310.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1074" title="IMG_9310" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/img_9310.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Sudah berapa lama ya,</p>
<p>sejak terakhir kali aku mengatakan sesuatu padamu?</p>
<p>Tentu saja, aku ingat.</p>
<p>Untuk hal itu, aku ingat.</p>
<p>Dan dorongan untuk menulis, sekarang begitu kuat, sehingga aku tidak sanggup menunggu hingga esok pagi. Berapa lama sudah aku kehilangan pagi?</p>
<p>Dan tiba-tiba saja, aku ingin bicara denganmu. Ada banyak hal yang ingin sekali kukatakan.</p>
<p>Yura.</p>
<p>Aku mengambil kelas Hukum Internasional semester ini. Lebih menarik dari yang kubayangkan setelah aku mulai membaca bukunya. Kenapa dulu sama sekali tak terpikir di kepalaku untuk mengambil jurusan hukum ya?</p>
<p>Lalu,</p>
<p>lalu ya, setelah menyelesaikan tesisku dan lulus, ada hal-hal yang ingin kupelajari lebih jauh. Tentang humanitarian aid, NGOs, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Aah, kenapa ilmuku begitu dangkal? Kenapa aku tak membaca lebih banyak buku? Tak belajar lebih banyak lagi?</p>
<p>Aku belajar bahasa Korea lebih jauh lagi, Yura.</p>
<p>kali ini sendiri. Aku tidak mengambil kelas bahasa semester ini.</p>
<p>Saat ini ya, jarang sekali bisa menemukan orang yang akan duduk diam, hanya diam dan mendengarkan aku bicara tentang apa yang ingin kulakukan. Dan sejak kapan ya, perubahan-perubahan yang terjadi dalam pikiranku terasa seperti ombak yang pasang lalu surut. Tidak bisa diprediksi.</p>
<p>Aku yang berusia 17 tahun itu, tidak sama lagi dengan aku yang sekarang.</p>
<p>Aku benar-benar berubah ya.</p>
<p>Bahkan akupun tidak bisa menebak lagi ke mana pikiranku akan membawaku. Di saat-saat seperti ini, ketika pikiranku meledak-ledak karena menemukan hal baru untuk melakukan revolusi, aku ingin bicara denganmu. Keegoisan yang sudah kuterima sebagai kebiasaan. Masih maukah kau mendengarkan aku kapanpun aku mau bicara?</p>
<p>Impossible, ne.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1073/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1073&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/09/revolusi-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/img_9310.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_9310</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tokugawa Hidetada dan Gou-sama</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/03/tokugawa-hidetada-dan-gou-sama/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/03/tokugawa-hidetada-dan-gou-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 16:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1062</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama aku menunggu akhir cerita drama Taiga- drama yang diputar selama satu tahun (sekali dalam seminggu), Gou-Himetachi no Sengoku. I was craving for the Taiga drama since the early year of 2011. Latar belakang taiga drama ini adalah zaman Sengoku alias The Warring Period yang terjadi di Jepang. Ketika masyarakat Jepang masih merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1062&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup lama aku menunggu akhir cerita drama Taiga- drama yang diputar selama satu tahun (sekali dalam seminggu), Gou-Himetachi no Sengoku.  I was craving for the Taiga drama since the early year of 2011. </p>
<p>Latar belakang taiga drama ini adalah zaman Sengoku alias The Warring Period yang terjadi di Jepang.  Ketika masyarakat Jepang masih merupakan masyarakat feudal, di mana para Daimyo (tuan tanah) hidup di bawah kekuasaan kaisar dan seorang diktator militer yang disebut Shogun. Hanya satu orang di antara banyak clan samurai yang bisa meraih gelar Shogun dan hanya kaisar yang bisa memberikan titel Shogun pada Lord yang dia kehendaki. </p>
<p>Pada akhir masa the Warring period, klan Tokugawa berkuasa. Shogun pertamanya, Tokugawa Ieyasu merupakan pemimpin yang setia dan sabar. Shogun pertama dari klan Tokugawa ini memiliki lebih dari delapan orang putera dari sekian banyak selirnya. Putra favoritnya bernama Tokugawa Hidetada, pewaris kekuasaan shogunate Tokugawa, membuatnya menjadi Shogun kedua dari klan Tokugawa. </p>
<p>Tokugawa Hidetada adalah suami dari Gou, pusat cerita dari Taiga drama Gou-Himetachi no Sengoku yang tadi kusebut. Terus terang karena melihat Mukai Osamu memerankan tokoh Hidetada, aku jadi tertarik membaca lebih banyak tentang Hidetada-sama (akhiran ini menunjukkan panggilan honorific yang ditujukan pada seseorang). </p>
<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/hidetada2-1.jpg"><img src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/hidetada2-1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="hidetada2-1" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-1064" /></a></p>
<p>Mukai Osamu memerankan Tokugawa Hidetada</p>
<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/gou-himetachi-no-sengoku-episode-28-17.jpg"><img src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/gou-himetachi-no-sengoku-episode-28-17.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" title="Gou ~Himetachi no Sengoku~ episode 28 (17)" width="300" height="168" class="aligncenter size-medium wp-image-1066" /></a></p>
<p>Princess Gou diperankan oleh Ueno Juri</p>
<p>Sekadar informasi, Gou sudah menikah dua kali sebelumnya. Hidetada adalah suami-nya yang ketiga. Dan Gou 6 tahun lebih tua dari Tokugawa Hidetada. Sekarang mulai mengerti, kan, kenapa Tokugawa Hidetada istimewa bagiku. </p>
<p>Tokugawa Hideta tercatat dalam sejarah sebagai seorang strategis perang yang &#8216;biasa-biasa&#8217; saja. Dia pernah kalah dalam perang, tapi pernah pula memenangkan perang. Seperti samurai-samurai lain di zaman Sengoku Jepang. Tapi Hidetada melanjutkan tradisi &#8216;cinta damai&#8217; klan Tokugawa bersama Gou. </p>
<p>Anak-anak dari pasangan ini, salah satunya Princess Sen (cucu kesayangan Tokugawa Ieyasu) dan Prince Iemitsu (pewaris tahta, menjadi Shogun ketiga klan Tokugawa).  Iemitsu sendiri adalah Shogun pertama selama 16 generasi berturut-turut yang merupakan anak dari pewaris tahta dengan istrinya bukan dengan selirnya. Tokugawa Hidetada dan Gou adalah sama-sama sosok yang tidak menyukai perang. Dan pasangan ini mengawali generasi baru perubahan di Jepang. </p>
<p>Gou-sama meninggal terlebih dulu. Dan Hidetada-sama, hingga akhir hayatnya juga, tetap menikah dengan Gou. </p>
<p>Such a remarkable man. </p>
<p>Ini adalah gambar O-Gou-sama<br />
<a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/gou-205x300.jpg"><img src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/gou-205x300.jpg?w=500" alt="" title="gou-205x300"   class="aligncenter size-full wp-image-1068" /></a></p>
<p>Dan gambar Tokugawa Hidetada-sama</p>
<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/hidetada.jpg"><img src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/hidetada.jpg?w=300&#038;h=297" alt="" title="Hidetada" width="300" height="297" class="aligncenter size-medium wp-image-1069" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1062/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1062&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/09/03/tokugawa-hidetada-dan-gou-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/hidetada2-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hidetada2-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/gou-himetachi-no-sengoku-episode-28-17.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gou ~Himetachi no Sengoku~ episode 28 (17)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/gou-205x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gou-205x300</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/09/hidetada.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hidetada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moderately Live</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/08/23/moderately-live/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/08/23/moderately-live/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 04:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1052</guid>
		<description><![CDATA[Saya ini, seperti orang kebanyakan, selalu ada saja yang dikeluhkan. Udaranya terlalu panas, laptopnya terlalu berat, tempatnya kotor, terlalu berantakan, makanannya tidak enak, dst, dst. Karena yang seperti saya bilang di posting saya sebelumnya, saya me&#8217;nilai&#8217; sesuatu atau seseorang di saat-saat pertama. Saya memutuskan untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu sejak awal. Susahnya, saya jarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1052&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/08/img_0012.jpg"><img class="size-medium wp-image-1053 alignnone" title="IMG_0012" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/08/img_0012.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saya ini, seperti orang kebanyakan, selalu ada saja yang dikeluhkan. Udaranya terlalu panas, laptopnya terlalu berat, tempatnya kotor, terlalu berantakan, makanannya tidak enak, dst, dst.</p>
<p>Karena yang seperti saya bilang di posting saya sebelumnya, saya me&#8217;nilai&#8217; sesuatu atau seseorang di saat-saat pertama. Saya memutuskan untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu sejak awal. Susahnya, saya jarang sekali punya area abu-abu dalam menilai tadi. Bukan berarti saya tidak punya level untuk menilai sesuatu sangat bagus, bagus, dan biasa saja, atau mana yang lebih buruk dari di antara yang buruk. Tapi untuk hal mana yang benar dan mana yang salah dan mana hal yang saya suka dan mana yang tidak saya suka.</p>
<p>Bisa saja saya berubah dari menyukai sesuatu atau seseorang kemudian menjadi tidak suka. Tapi sulit sekali berubah dari yang tidak suka menjadi suka buat saya. Sulit sekali untuk &#8216;memaafkan&#8217;.</p>
<p>Jadi saya tidak pernah memaafkan? Nah, yang ini tidak benar. Saya memaafkan untuk kasus-kasus yang saya memutuskan untuk saya maklumi. Hehe. Itupun setelah saya melihat bagaimana sesuatu atau seseorang mengubah dirinya karena &#8216;penyesalan&#8217; tadi.</p>
<p>Jadi intinya apa?</p>
<p>Intinya saya ingin sekali-sekali menegur diri saya sendiri. Menegur untuk memaafkan lebih sering dan lebih banyak.</p>
<p>Akhir-akhir ini saya berpikir, saya mengeluh karena standar yang saya pakai adalah keinginan saya. Dalam keadaan begini, sulit untuk merasa senang. Dan hidup melelahkan. Tapi setelah saya pikir-pikir, mimpi-mimpi terburuk saya tidak pernah benar-benar terjadi. Kecemasan-kecemasan terburuk yang merasuki pikiran saya tidak pernah terjadi.</p>
<p>Saya bermimpi di tidur saya semalam. Mimpi buruk. Saya merasa lega luar biasa ketika saya bangun dan kejadian buruk itu hanya mimpi.</p>
<p>Kalau saya hitung-hitung, sungguh tidak satupun mimpi terburuk saya benar-benar terjadi.</p>
<p>Dan untuk itu, saya, lebih dari siapapun, tahu harus bersyukur pada siapa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1052/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1052&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/08/23/moderately-live/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/08/img_0012.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Menghilang</title>
		<link>http://ardhyana.wordpress.com/2011/08/10/aku-ingin-menghilang/</link>
		<comments>http://ardhyana.wordpress.com/2011/08/10/aku-ingin-menghilang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 06:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humanity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhyana.wordpress.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Yang tujuan akhirnya adalah uang telah kehilangan diri mereka sendiri. Hilang di tengah sapuan ketamakan makhluk-makhluk penghuni dunia yang aku tidak yakin masih bisakah disebut manusia. Tak memandang siapa, mereka hendak mengambil keuntungan materi dengan cara apapun. Cara-cara kotor sekalipun. Siapa yang menyangka orang-orang dengan jiwa kelam seperti mereka adalah orang-orang yang biasa kita lihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1048&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/08/img_9543.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1049" title="IMG_9543" src="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/08/img_9543.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Yang tujuan akhirnya adalah uang telah kehilangan diri mereka sendiri.</p>
<p>Hilang di tengah sapuan ketamakan makhluk-makhluk penghuni dunia yang aku tidak yakin masih bisakah disebut manusia.</p>
<p>Tak memandang siapa, mereka hendak mengambil keuntungan materi dengan cara apapun. Cara-cara kotor sekalipun. Siapa yang menyangka orang-orang dengan jiwa kelam seperti mereka adalah orang-orang yang biasa kita lihat di sekitar kita. Orang yang mengurus anaknya, yang menstemple dokumen di ruang-ruang kaca, mas-mas berbadan kurus beruban yang baru saja menjabat jadi PNS. Orang-orang yang melakukan berbagai aktivitas &#8216;normal&#8217; yang kutemui di hari-hari biasa, kulihat tanpa perasaan apapun, yang melakukan tugasnya seperti hari-hari sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang menjadikan uang sebagai tujuan akhir hidupnya, masihkah jiwa mereka terisi?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lurus atau tidak. Cuma itu cara menjalani hidup, menurutku.</p>
<p>Hal yang tidak kuizinkan sebagai manusia, tidak mampu kuterima.</p>
<p>Hal-hal seperti menjual dan membunuh diri, mengurangi ukuran, riba, suap, aku tidak bisa menerima semua itu.</p>
<p>Hal-hal kecil seperti mengumpat, adalah perendahan terhadap kemuliaan manusia yang diciptakan berakal. Meskipun terkadang aku ingin melakukannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>I think I&#8217;ve gone through my &#8216;quarter life phase&#8217;. Fase di mana aku merasa tidak nyaman secara psikologis di awal usia 20-an tahun karena di usia itu, tidak semua hal yang kuinginkan tercapai, dan aku merasa aku bukan siapa-siapa, dan belum melakukan apa-apa.</p>
<p>Yang mengganggu pikiranku adalah hal-hal yang kutakutkan ketika aku masih lebih muda kini mulai tampak. Realitas yang aku tidak habis pikir ternyata benar-benar terjadi. Suap dan korupsi. Hal yang tidak pernah kuhadapi secara langsung dulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>darn it!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>pertanyaan-pertanyaan berawalan &#8216;how could them&#8230;?!&#8217; memenuhi pikiranku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>and they still ask why do the skilled people won&#8217;t come back to Indonesia.</p>
<p>Because the country hates them!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ingatkah narasi tokoh Manato dalam drama &#8216;Strawberry on a Short Cake&#8217;?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8216;Aku ingin menghilang&#8217;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>aku merasa begitu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dissapear with my closest persons from the country that hates us.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika usiaku 16 tahun, aku punya keinginan untuk tidak berakhir seperti orang kebanyakan. Tidak ingin menjalani jalan hidup seperti orang-orang itu. Aku sudah 24 tahun sekarang. Ada 6 miliar penduduk di dunia di tahun 2011. Di tahun milenium super maju, zaman jaringan informasi super highway, yang dipenuhi orang-orang super kaya dan super pintar ini, masih ratusan juta orang di dunia yang kelaparan. Dan aku yang dulu bercita-cita untuk tidak berakhir seperti orang kebanyakan itu, ternyata belum bisa melakukan apa-apa untuk mengubah dunia yang seperti tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan menjalani puasa, secara harfiah bisa merasakan lapar dan haus orang-orang yang sulit makan di dunia, orang-orang di negara tempat aku dilahirkan dengan tanpa malu, bukannya terdorong membantu sesama, malah melakukan segala cara untuk mempertebal kocek mereka. Orang-orang yang mengaku Islam tapi berperilaku yahudi itu. Demi apa? Mobil? Rumah? Kekuasaan? Gengsi? Biar terlihat seperti orang-orang kebanyakan? Adakah hal lain? Tidak ada lagikah yang lebih penting, demi Tuhan?!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>P.S.: Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga tidak cuma mendapat lapar dan haus.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhyana.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhyana.wordpress.com/1048/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhyana.wordpress.com&amp;blog=3374374&amp;post=1048&amp;subd=ardhyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhyana.wordpress.com/2011/08/10/aku-ingin-menghilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e4198ec863b5b8c1a84c9a36b4739b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhyana.files.wordpress.com/2011/08/img_9543.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_9543</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
