Best Season of the Year

Semestinya aku tahu bahwa seringkali apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Lebih buruk atau lebih baik, bisa dua-duanya, relatif, ya. Tapi yang jelas, tidaklah sama.

Musim gugur misalnya, lebih indah dari yang pernah kubayangkan sebelumnya. Jauh lebih indah. Berjalan sendiri di jalan utama universitas yang di kanan kirinya ditumbuhi pepohonan yang mulai menguning di bawah udara seperti AC tapi lebih menyegarkan, setelah menghabiskan beberapa lama di perpustakaan yang sunyi dan mendamaikan, jauh lebih indah daripada yang selalu kubayangkan. Tumpukan buku di tangan, jaket, dan sepatu boot. Dan orang-orang yang berlalu-lalang. Indah.

Atau kembali ke Indonesia lagi setelah satu setengah tahun, Indonesia yang ini tidaklah seperti yang kubayangkan. Tidak pernah aku membayangkan aku akan bertemu orang-orang sekorup itu di negaraku sendiri, misalnya.

Tapi musim gugur yang kubayangkan itu, tidaklah sama tanpa kamu, ya.

Dunia yang kutinggali, tidaklah sama kalau kamu tidak ada di situ.

Sejak kapan pula ya aku merasa aku akan pergi ke manapun asalkan kamu bersamaku?

Hah, pikiran-pikiran seperti ini hanya muncul ketika musim gugur datang.

Musim untuk membaca, kata peribahasa Korea. Dan memang rasanya membaca ketika musim gugur is way beyond my imagination.

Sampaikah apa yang kumaksud?

Bagaimana kamu akan membacanya?

Pasti dengan elegan dan tenang, ya. Karena begitulah kamu.

Bukankah kamu adalah orang yang kuterima?

1 Response to “Best Season of the Year”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s





Follow

Get every new post delivered to your Inbox.