Sudah cukup lama aku menunggu akhir cerita drama Taiga- drama yang diputar selama satu tahun (sekali dalam seminggu), Gou-Himetachi no Sengoku. I was craving for the Taiga drama since the early year of 2011.
Latar belakang taiga drama ini adalah zaman Sengoku alias The Warring Period yang terjadi di Jepang. Ketika masyarakat Jepang masih merupakan masyarakat feudal, di mana para Daimyo (tuan tanah) hidup di bawah kekuasaan kaisar dan seorang diktator militer yang disebut Shogun. Hanya satu orang di antara banyak clan samurai yang bisa meraih gelar Shogun dan hanya kaisar yang bisa memberikan titel Shogun pada Lord yang dia kehendaki.
Pada akhir masa the Warring period, klan Tokugawa berkuasa. Shogun pertamanya, Tokugawa Ieyasu merupakan pemimpin yang setia dan sabar. Shogun pertama dari klan Tokugawa ini memiliki lebih dari delapan orang putera dari sekian banyak selirnya. Putra favoritnya bernama Tokugawa Hidetada, pewaris kekuasaan shogunate Tokugawa, membuatnya menjadi Shogun kedua dari klan Tokugawa.
Tokugawa Hidetada adalah suami dari Gou, pusat cerita dari Taiga drama Gou-Himetachi no Sengoku yang tadi kusebut. Terus terang karena melihat Mukai Osamu memerankan tokoh Hidetada, aku jadi tertarik membaca lebih banyak tentang Hidetada-sama (akhiran ini menunjukkan panggilan honorific yang ditujukan pada seseorang).
Mukai Osamu memerankan Tokugawa Hidetada
Princess Gou diperankan oleh Ueno Juri
Sekadar informasi, Gou sudah menikah dua kali sebelumnya. Hidetada adalah suami-nya yang ketiga. Dan Gou 6 tahun lebih tua dari Tokugawa Hidetada. Sekarang mulai mengerti, kan, kenapa Tokugawa Hidetada istimewa bagiku.
Tokugawa Hideta tercatat dalam sejarah sebagai seorang strategis perang yang ‘biasa-biasa’ saja. Dia pernah kalah dalam perang, tapi pernah pula memenangkan perang. Seperti samurai-samurai lain di zaman Sengoku Jepang. Tapi Hidetada melanjutkan tradisi ‘cinta damai’ klan Tokugawa bersama Gou.
Anak-anak dari pasangan ini, salah satunya Princess Sen (cucu kesayangan Tokugawa Ieyasu) dan Prince Iemitsu (pewaris tahta, menjadi Shogun ketiga klan Tokugawa). Iemitsu sendiri adalah Shogun pertama selama 16 generasi berturut-turut yang merupakan anak dari pewaris tahta dengan istrinya bukan dengan selirnya. Tokugawa Hidetada dan Gou adalah sama-sama sosok yang tidak menyukai perang. Dan pasangan ini mengawali generasi baru perubahan di Jepang.
Gou-sama meninggal terlebih dulu. Dan Hidetada-sama, hingga akhir hayatnya juga, tetap menikah dengan Gou.
Such a remarkable man.
Dan gambar Tokugawa Hidetada-sama




Kalau melihat perbedaan umur 6 tahun antara Tokugawa Hidetada dan Gou sama, hmm, sy pikir Tokugawa Hidetada adalah istimewa. apalagi status nya Gou sama yang sudah menikah ke-2 kalinya. Kecocokan diantara keduanya pun terlihat sampai akhir hayat, keduanya masih setia. hehe
iya mas Iput. Gou dan Tokugawa Hidetada memang spesial. hihi.